Walhi: Mitos, Tambang Sejahterakan Masyarakat

Share

Kegiatan pertambangan hanya mengejar keuntungan eksploitatif dan mengabaikan hak masyarakat lokal. Pendapat bahwa pertambangan dapat mensejahterakan masyarakat, tinggal isapan jempol.

Jakarta – Walhi menuding kegiatan pertambangan hanya mengejar keuntungan eksploitatif dibandingkan memberikan ruang partisipatif masyarakat. Anggapan bahwa pertambangan dapat mensejahterakan masyarakat lokal hanya mitos.

Tudingan tersebut kata Pius Ginting Juru Kampanye Pertambangan Walhi, dikuatkan oleh metode penempatan pasukan keamanan di kawasan pertambangan. Dia memberikan contoh pendirian camp Brimob di kawasan pertambangan PT Weda Bay Nickel di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Ini cerminan pengelolaan sumber daya alam tidak menguntungkan masyarakat. Pengelolaannya selama ini bersifat eksploitatif,” kata Pius Ginting di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Rabu (8/2).

Menurut Pius, bukti lain kegiatan pertambangan tidak menguntungkan warga lokal adalah saham perusahaan pertambangan tidak sepenuhnya milik nasional. Saham PT Weda Bay Nickel misalnya dikuasai Perancis dan Jepang. “Kenapa selalu tidak menghargai keinginan rakyat?” ujarnya.

Keberadaan aparat keamanan di kawasan pertambangan menebar ketakutan masyarakat setempat. Warga suku Tobutil di Halmahera misalnya, sekarang takut melihat seragam tentara. “Dulu kita takut pada mereka yang tinggal di pedalaman. Entah mengapa mereka sekarang takut pada perusahaan dan militer,” kata Masri Anwar, warga Sagea, Weda Utara. (E1)

Sumber : http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=5414

Add comment


Security code
Refresh