Walhi Tolak MIFEE Dipindah ke Kaltim

Share

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak rencana pemerintah yang akan menjadikan Kalimantan Timur sebagai project pengganti MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) yang mandek.

Menurut walhi, rencana itu akan menambah konflik perebutan lahan antara penduduk dan investor. Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Ical Wardhana mengatakan, wilayah Kaltim sudah penuh dengan tambang dan hutan tanaman industri.

“Kalau menteri pertanian mau memindahkan MIFEE ke sini slotnya di mana, luas daratannya itu sekitar 19,84 juta hektar dari total itu semua ada sekitar 15, 2 juta hektar konsesi eksploitasi baik itu pertambangan, perkebunan skala besar dengan HPH dan HTI. Jadi yang patut dipertanyakan adalah ketika MIFEE itu dipindah ke Kaltim akan menambah masalah besar lagi bagi ketersediaan lahan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Artinya kalau MIFEE itu dikembangkan lagi di Kaltim maka akan menambah beban baru peningkatan deforestasi yang sudah mencapai 350 ribu hektar per tahun,” kata Ical.

Sebelumnya, pemerintah gagal untuk menjalankan proyek MIFEE dengan alasan ganti rugi lahan yang belum tuntas. MIFEE sebelumnya dilakukan di Merauke Papua. proyek ini menggunakan lahan hingga 1 juta hektar dan melibatkan 32 Investor dan bergerak di sejumlah bidang, seperti perkebunan, pertanian tanaman pangan, perikanan darat, peternakan, konstruksi, dan industri pengolahan kayu.

Sumber : http://www.greenradio.fm/news/latest/6602-walhi-tolak-mifee-dipindah-ke-kaltim-

Comments  

 
0 #1 ary 2012-03-01 02:49
gimana ngak hancur hutan kita, pemerintah menentukan kawasan budidaya dll, anehnya kenapa masih bisa diterbitkan pinjam pakai, apa masih kurang alam qta di rusak oleh mrk yang hanya memikirkan kepentingan pribadi...
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh