| Share |
Lhokseumawe - Pemanasan Global adalah peristiwa naiknya intensitas efek gas rumah kaca terutama karena adanya gas CO2 dalam atmosfer yang menyerap sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi. Dengan penyerapan itu, sinar panas yang terperangkap di atmosfer membuat suhu permukaan bumi menjadi naik hingga membuat suhu permukaan laut ikut naik akibat mencairnya es yang ada di kutub utara dan kutub selatan. Hal itu dikemukakan Edi Fadhil, Direktur Pelaksana LSM Sepakat Lhokseumawe dalam keterangan tertulisnya kepada The Globe Journal, Senin (28/11).
Edi Fadhil menjelaskan kegiatan kampanye lingkungan hidup yang akan dilakukan pihaknya pada Rabu (30/11) mendatang dengan kegiatan Kampanye Lingkungan Hidup dan Seminar Sehari dengan tema “Satu Bumi untuk Semua”. Sejumlah pemateri akan tampil dalam kegiatan tersebut, seperti Sumino, dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Solo, M Nizar Abdurrani dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, dan Nuraina dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Aceh Utara.
Menurut Fadhil, selain kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Kementerian Lingkungan Hidup juga melaksanakan kegiatan ini di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tamiang. “Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan kampanye lingkungan sekaligus memberikan pemahaman dan konstribusi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujar Fadhil, Kegiatan tersebut dilakukan atas kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Jingki Institut.
Memberikan pemahaman kepada peserta tentang bagaimana kekritisan bumi akibat global warming. Menyampaikan pesan-pesan konservasi melalui cara-cara mendidik dan interaksi dua arah dalam menjawab permasalahan lingkungan seperti pemanasan global, deforestri, penebangan liar, dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Serta mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk memelihara dan melestarikan lingkungan hidup,” ungkap Fadhil.
Menurut Fadhil, tujuan kegiatan ini supaya terbangunnya pemahaman peserta tentang pentingnya usaha-usaha pelestarian lingkungan. Selain itu, para peserta juga memahami dan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah terkait pembangunan dalam kaitannya dengan keadilan bagi lingkungan. “Serta adanya sosialisasi tentang efek terhadap lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh industri atau proyek vital dan langkah antisipasinya,” tandas Fadhil.Fadhil berharap, para peserta bisa menerapkan praktek-praktek kehidupan yang ramah lingkungan di lingkungannya masing-masing. “Tersosialisasikannya kebijakan pemerintah dalam kaitan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Dan, para peserta tahu dampak dari operasionalisasi industri dan solusinya,” demikian Fadhil.
Sumber : http://www.theglobejournal.com/kategori/lingkungan/pemanasan-global-ancam-kehidupan-kita.php
