Pengerukan Citarum Tidak Akan Efektif

Share

Pengerukan sungai Citarum yang dilakukan pada musim hujan tidak akan efektif karena sedimentasi yang ada di sungai tersebut akan terus mengalir. Pengerukan saja pun tak akan menyelesaikan masalah dan karena itulah diperlukan penanganan yang terintegrasi dan tidak parsial untuk menanganinya.

"Menurut saya, kalau pengerukan dilakukan pada musim penghujan sudah dapat dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. Tidak akan efektif pastinya karena sedimentasi akan terus mengalir. Seharusnya hal ini dikerjakan pada saat musim kemarau," ujar ataf ahli Bidang Advokasi Walhi Jabar, Dadang Sudardja, Minggu (6/11).Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyebutkan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pekan depan berencana mulai menormalisasi Sungai Citarum. Proyek yang memakan dana senilai Rp 1,3 triliun tersebut akan berlangsung selama tiga tahun, yakni 2011 - 2013. Normalisasi akan dilakukan dari Sapan hingga Saguling. Normalisasi bermacam-macam, mulai dari konservasi hutan, pembuatan check dam dan embung atau pengerukan.

Dadang mengatakan, saat ini memang pemerintah akan melakukan kegiatan normalisasi Sungai Citarum salah satunya pengerukan, karena anggarannya sudah ada. Hal ini menunjukkan pemerintah tidak melakukan perencanaan yang baik. "Artinya lagi-lagi ini menunjukkan bahwa pemerintah dalam hal ini BBWS tidak memiliki perencanaan yang baik. Membuat perencanaan dan penganggaran menurut saya juga harus memperhitungkan aspek efektivitas dan efesiensinya," terang Dadang.

Kalaupun sudah telanjur diagendakan, maka harus diprioritaskan pada daerah-daerah yang mendesak untuk dilakukan pengerukan. Salah satunya daerah Sapan, Majalaya, dan sekitar Dayeuhkolot serta Balaeendah. "Di situ ada wilayah yang sering kebanjiran," ungkapnya.Ke depan, lanjut Dadang, penyelesaian harus dilakukan secara menyeluruh dan terintergrasi. Karena permasalahan ini tak bisa diselesaikan secara parsial. "Upaya penyelesaiannya tidak bisa secara parsial, tetap harus menyeluruh dan terintegrasi. Rekayasa engineering dan rekayasa sosial harus berbarengan," terangnya.

Bila penanganannya dengan pendekatan alur sungai maka normalisasi harus dimulai dari hulu. Daerah hulu ini tentunya akan berkaitan dengan perbaikan 12 sub-DAS (daerah aliran sungai) yang bermuara ke Citarum seperti sub-DAS Ciwidey dan Cikapundung. Sebag sub-DAS inilah yang memasok air bagi Citarum. (B.95)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20111107043014&idkolom=tatarbandung

Add comment


Security code
Refresh