| Share |
DUKUNG DONASI SEJUTA SAHABAT ANAK LUMPUR
Seribu Rupiah mungkin tidak ada artinya bagi orang-orang di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Tapi di Porong, yang basis ekonominya pertanian, tambak ditenggelamkan Lumpur Lapindo, dukungan dana Seribu Rupiah berarti sangat besar. Untuk itulah, 29 Januari 2012, Gerakan Donasi Sahabat Anak Lumpur meluncurkan kampanye, ajakan mendukung korban Lapindo lewat Donasi .
Memasuki tahun ke-6 semburan lumpur lapindo berlangsung tanpa upaya cerdas negara dan Lapindo untuk penanganan menyeluruh. Ratusan ribu warga terancam keselamatan hidupnya termasuk nasib pendidikan anak-anak. Biaya sekolah kini makin tinggi, sementara penghasilan penduduk tak seberapa. Penghasilan mereka dibawah Rp 0-500 ribu perbulan, Anak-anak diabaikan. Pemerintah tak menyediakan upaya khusus pendidikan mereka.
Pelajar SD dan SMP di sana membutuhkan biaya pendidikan (SPP, buku, seragam dan uang ujian) setidaknya Rp 67 ribu per bulan, sementara SMA membutuhkan 166 ribu per bulan. Mendekati tahun ajaran baru 2010/2011 terdapat 103 anak-anak korban Lapindo tak menentu masa depannya, beberapa telah putus sekolah. Ke-103 anak-anak itu pelajar SD. Pada tahun ajaran baru ini setidaknya dibutuhkan Rp.43.644.500 untuk SPP, buku, seragam, ujian dan biaya bangunan/gedung sekolah mereka.
Gerakan Donasi Sahabat Anak Lumpur sudah dijalankan sejak 2010. Kampanye ini aktif mendukung pemulihan ekonomi, pendidikan anak dan pemenuhan kebutuhan dasar anak korban Lapindo. Dukungan berupa dan atau bentuk lainnya.
Pada hari Jumat 14 Oktober 2011, Fadly vokalis grup Padi mengunjungi dan bernyanyi bersama anak-anak korban Lumpur Lapindo di Sanggar Al Faz desa Besuki, Jabon, Sidoarjo. “Musik Solidaritas Untuk Anak Lumpur Lapindo” merupakan dukungan nyata Fadly terhadap anak-anak di Porong. Kedatangan Fadly sekaligus menyerahkan donasi Rp 25 juta rupiah yang terkumpul menggunakan ikon Fadly-Rindra.
Tapi tentu itu saja tidaklah cukup. Pengumpulan donasi tahap pertama berhasil membantu biaya pendidikan 87 anak berkisar 220 ribu hingga 1,8 Juta rupiah, tergantung tingkat sekolah, kebutuhan dan kondisi keluarga. Donasi tersebut disalurkan langsung kepada sekolah, disetujui orang tua masing-masing.
Pengumpulan donasi tahap berikutnya diluncurkan 16 Agustus 2011 di Taman Bungkul Surabaya. Hinggga kini dari Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo terkumpul Rp. 28.172.600. Baik dari donasi langsung maupun donasi bulanan. Donasi langsung sebesar Rp. 21.227.600. Sedangkan bulanan terkumpul Rp. 5.955.000 yang berasal dari 126 donatur. Juga ada Hasil penjualan CD Pulihkan Indonesia sebesar Rp. 475.000, dan hasil penjualan Kaos Rp. 515.000. info lengkap tersedia di http://www.walhijatim.or.id
Kontak Person;
Rere Kristanto (Posko Keselematan Korban Lapindo) – 085233233105
Ika Septya (WALHI) – 08121997084
Surachman Ponco (WALHI) – 085691959330
Priyo (JATAM) - 08561903417
Jaringan Gerakan Donasi Sahabat Anak Lumpur
WALHI, JATAM, Institut Hijau Indonesia, KIARA, ICEL, YLBHI, KONTRAS, IMPARSIAL, SOLIDARITAS PEREMPUAN, SATU DUNIA, LBH Jakarta
Bersama Indonesia Selamatkan Anak-anak korban Lumpur Lapindo.
