| Share |
Kerusakan lingkungan, penggunaan BBM secara berlebihan pada tingkat makro telah mengakibatkan terjadinya pemanasan global yang memicu munculnya berbagai macam bencana, misalnya sering terjadinya kebakaran hutan yang sangat dahsyat, banjir bandang, tanah longsor, degradasi lingkungan itu sendiri, serta berbagai dampak sosial pada masyarakat.
Berbagai upaya untuk mengatasi masalah lingkungan hidup tersebut telah banyak dilakukan baik pada tingkat dunia, negara, berbagai organisasi pemerintah, non- pemerintah, kelompok masyarakat maupun perorangan. Namun berbagai upaya tersebut masih kurang dari cukup. Seharusnya, kepedulian untuk mengatasi masalah lingkungan hidup ini dilakukan oleh masing-masing individu sebagai makhluk yang bijak. Akan tetapi, kepedulian masyarakat masih belum merata, dapat dilihat pada tataran mikro sehari- hari misalnya penggunaan BBM yang berlebihan, eksploitasi hutan masih banyak terjadi, penggunaan ruang untuk penambangan, bangunan industri, perumahan, usaha-usaha lain yang tidak mempedulikan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat.
Keluarga merupakan sebuah lembaga terkecil dalam masyarakat, sehingga gerakan sosial lingkungan dari sebuah keluarga menjadi penting untuk memulai satu upaya gerakan bersama dalam penyelamatan alam di Indonesia dan dunia. Begitu juga dengan anak-anak yang merupakan bagian dari sebuah keluarga, mereka sangat peka terhadap pengaruh lingkungan. Apabila keluarga dan lingkungan sekitar merupakan hal positif maka akan memberikan dampak baik dan sebaliknya. Sangatlah tepat apabila sebuah keluarga dan anak-anak memulai diberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan terkait masalah lingkungan hidup, mereka perlu untuk mulai dilibatkan dalam aktivitas kelingkungan.
Problem utama di kota Yogakarta saat ini adalah persoalan sampah, dari data base WALHI Yogyakarta pada tahun 2010 ini, jumlah sampah yang diproduksi kota Yogyakarta mencapai 80.- 90 ribu ton perbulan, dari produksi tersebut biaya untuk pengangkutan mencapai 1,9 milyar rupiah per tahunnya, dari data ini terus mengalami kenaikan dari tahun ketahun, oleh karenanya jika problem sampah di kota Yogyakarta tidak ada upaya penyelesaian dengan benar, mengacu pada sistem kelola sampah dari hulu sampai hilir, maka sampah akan menjadi ancaman bagi rakyat Yogyakarta. Oleh karena persoalan sampah erat dengan sumbernya “keluarga” maka langkah strategis WALHI kedepan mendorong bagaimana keterlibatan sebuah keluarga di dalam sistem kelola sampah secara swakelola.
Untuk itu dalam rangka ultah WALHI yang sudah memasuki 3 dekade, kami Eksekutif WALHI Yogyakarta melakukan serangkaian kegiatan untuk memperingati Ultah WALHI agar terus melakukan gerakan sosial lingkungan untuk perubahan yang lebih baik bagi kondisi keselamatan rakyat dan lingkungan di wilayah Indonesia. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan WALHI Yogyakarta fokus pada membangun gerakan sebuah keluarga sebagai ujung tombak gerakan sosial dan perubahan untuk selamatkan rakyat dan lingkungan. Target dari kegiatan selain memperingati hari ulang tahun WALHI, kami dari Eksekutif daerah WALHI Yogyakarta ingin memberikan kado ulang tahun dengan dengan membentuk Forum keluarga dan anak cinta lingkungan (FOKAL) sebagai wujud dari perluasan gerakan WALHI kepada masyarakat untuk kampanye dan aksi nyata terkait dengan berbagai problem lingkungan hidup khususnya sampah di Yogyakarta dan indonesia pada umumnya
Sumber : WALHI Yogyakarta
