Dimana Negara Ketika Bencana

Satu poin penting tujuan pembangunan di abad milenium adalah menjamin keberlangsungan lingkungan hidup atau biasa dikenal dengan konsep pro environment. Hakikatnya adalah upaya pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien dan efektif, terjaminnya keberlanjutan serta adanya kemampuan lingkungan memulihkan diri (homeostatis equilibrium). Di saat yang bersamaan, United Nation International Strategy for Disaster Reduction (UN ISDR) juga mendorong penyelenggaraan pembangun yang resilience terhadap bencana baik natural disaster maupun man-made disaster.Kedua agenda ini memiliki subtansi yang sama yakni pembangunan mengutamakan keselamatan, kesejahteraan, produktifitas rakyat setempat dan keberlangsungan jasa layanan alam.

Hak Ber-Ruang Dalam Kendali Modal

Empat bulan berturut-turut, sejak September hingga Desember 2011 yang lalu banjir bandang melanda empat kabupaten di Sulawesi Tengah. September 2011, di Kabupaten Parigi Moutong dua kecamatan disapu air bah yaitu Kecamatan Palasa dan Kecamatan Kasimbar. Oktober 2011 di kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala yang menyebabkan kerugian materil hingga 1,5milyar. November 2011, di Kab. Tojo Una una yang menyebabkan  aktifitas lalulintas sekitar 500 meter menjadi terganggu. Setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati karena arus yang terbilang cukup deras cukup menyulitkan kendaraan yang melintasi daerah tersebut. Di penghujung tahun 2011, tepatnya tanggal 3 Desember Desa Bolapapu kecamatan Kulawi 6 orang tewas tertimbun bangunan rumah yang disapu banjir.

Appeal for Solidarity for Victims of Typhoon in Mindanao, Philippines

Dear Friends and Colleagues,

Please find below JSAPMDD's Appeal for Solidarity for Victims of Typhoon Sendong in Mindanao, Philippines.

Appeal for Solidarity for Victims of Typhoon in Mindanao, Philippines

The Jubilee South Asia Pacific Movement on Debt and Development (JSAPMDD) appeals to the international community for support to the victims of Typhoon Sendong that hit the southern part of the Philippines last December 16, 2011.

Just a week before the Christmas holidays, villages were swept away by flash floods and landslides as Typhoon Sendong struck provinces in Northern Mindanao and unleashed more than a month’s worth of rainfall in 12 hours.

The hardest hit are the cities of Cagayan de Oro and Iligan. Nearly 1,500 people were reported to have been killed.  As of December 20, 2011, the national disaster agency reports that more than 338,000 people in 13 provinces were affected, with almost 43,000 still in evacuation centers such as schools, churches and gymnasiums.  Around 10,000 houses were damaged, of which a third were ruined. More than $340,000 worth of crops were also damaged.

We demand governments of rich industrialized countries to provide finance as part of climate debt reparations. We also urge the international civil society community to send assistance, whether in cash or in kind, to ease the burden and suffering of the victims of this climate catastrophe.

Donations can be coursed through our member organizations in Mindanao, the Freedom from Debt Coalition – West Mindanao Chapter and GITIB. Please send donations to:

Freedom from Debt Coalition – West Mindanao Chapter

Contact Person: Lucita Gonzales or Lourdes Anabieza

Tel. No.: (6388)5213771

Email: Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

or

GITIB
Contact Person: Roldan Gonzales or Naome Medina
Tel. No.: (6388)5212168
Email: Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

Bencana Bukan Murka Melainkan Akumulasi Kerusakan Alam

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Lih. UU No. 24 Tahun 2007). Tentunya dampak bencana mengkhawatirkan komunitas yang berada di lokasi bencana. Bersahabat dengan ancaman adalah pilar utama yang membangkitkan optimisme manusia dalam menghadapi bencana. Bila dipotret dari peta bencana, Indonesia adalah daerah ring of fire. Hampir seluruh kepulauan Indonesia rentan bencana terkecuali pulau kalimantan.

Bencana Ekologis Wasior dan Kesalahan Kebijakan Pengelolaan Alam Papua

Dalam perspektif lingkungan hidup, bencana Wasior masuk dalam kategori bencana ekologis. Pemicunya adalah kerusakan dan perubahan fungsi-fungsi lingkungan hidup yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir diwilayah itu. Wasior yang merupakan ibukota Kabupaten Teluk Wondama dibangun di dataran rendah yang sebagian merupakan rawa dan kebun sagu yang telah dialihfungsi.  Sementara dibagian hulu, terdapat kegiatan eksploitasi hutan baik oleh pemegang Hak Penguasaan Hutan (HPH) maupun kegiatan illegal logging. Belum lagi, kegiatan pertambangan menambah rentan terjadinya bencana ekologis di Kabupaten Teluk Wondama.