600 desa belum berlistrik

Sumatera Selatan yang kaya akan sumber daya alam dan seringkali didengungkan sebagai Provinsi Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional, namun ironisnya berdasarkan data Walhi Sumsel tahun 2010, ada sekitar 600 desa yang belum ada listriknya sampai sekarang

Hal ini terungkap saat Walhi Sumsel mengadakan diskusi publik di kantor RRI Palembang, Senin (06/06/2011) memperingati hari lahirnya Lingkungan Hidup Sedunia bertemakan, “ Pulihkan Sumsel, Pulihkan Indonesia.”

CSR dan Green Energy, benarkah solusi bagi krisis listrik di indonesia?

Sumberdaya energi merupakan kebutuhan pokok dan merupakan komponen mutlak ketika kita ingin membangun sebuah peradaban masyarakat suatu bangsa ataupun dunia saat ini. Ketiadaan sumberdaya energi atau ketidakmampuan suatu masyarakat atau negara dalam menyediakan sumberdaya energi mengakibatkan lemahnya kemampuan suatu masyarakat atau negara tersebut dalam membangun peradabannya. Bahkan bisa berujung kepada terjadinya krisis multidimensi.

Sanksi Pidana terhadap PT Pertamina dan Sub Kontraktornya

Palembang,15 Mei 2009 - Permasalahan pencemaran oleh minyak bumi dan gas, akibat kecerobohan  perusahaan terus saja terjadi di Sumatera Selatan namun tetap tidak ada  tindakan serius dari pemerintah dan perusahaan untuk meminimalisir  resiko yang dapat diderita masyarakat sehingga terus saja terjadi.  Baru-baru ini, Kebocoran sumur gas terjadi kembali, sumur gas Tua 01  milik PT. Indojaya sub kontraktor PT. Pertamina yang menyebabkan  menyemburnya Minyak Mentah bercampur Gas dan Air Asin setinggi 15 Meter  di desa Sukaraja Kecamatan Abab Kabupaten Muara Enim, pada tanggal 11  Mei 2009 yang sampai dengan hari tanggal 15 Mei 2009 belum dapat di  hentikan.

Sebaiknya pemda kaji ulang investasi perusahaan sawit

Palu, Poros – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng mendesak agar Pemda mempertimbangkan kembali rencana investasi sawit PT. Agung Lestari Kebun di Parigi Moutong (Parimout). Hal itu disampaikan melalui Kepala Divisi Advokasi dan Kampnye Walhi Sulteng Andika Setiawan saat ditemui media ini Selasa pekan lalu di kantornya.  27 Mei 2009