Tahap Akhir Penghancuran Sumber Daya Air

Share

“Hak atas Air adalah Hak asasi Manusia. Dan oleh karena itu air adalah barang publik  yang tidak boleh dimonopoli dan diprivatisasi. “Salah urus dan Privatisasi pengelolaan sumber daya air telah menyebabkan krisis Air bersih dan kekeringan di Indonesia. Sebuah Negara yang sebenarnya kaya akan sumber air bersih.Dari hulu hingga hilir, sungai sebagai tempat air mengaliri bumi dihancurkan. Hutan ditebangi seakan hanya komoditas. Pabrik-pabrik berdiri sepanjang sungai dan pantai agar mudah membuang limbah mematikan. Dan kota-kota dibangun tanpa peduli bahwa air punya siklus untuk menyerap masuk kedalam bumi. Kini, hanya tersisa sedikit sumber air bersih yang alami di pegunungan, yang keluar secara alami dalam bentuk mata air.

Setelah proses penghancuran berlangsung, akhirnya Air bersih menjadi barang langka yang menguntungkan untuk diperjual belikan.  Bagi masyarakat, tidak ada pilihan selain membeli air. Tapi apa daya, Air yang di produksi oleh pabrik pengolahan Air Minum tidak cukup bersih untuk diminum walau namanya adalah Perusahaan Air Minum (PAM). sebuah ruang lebar yang disisakan agar berjamurnya tambang Air bersih yang menjual Air minum dalam Kemasan.

Dan Akhirnya, Air di eksploitasi secara besar-besaran langsung pada sumbernya, sumber air bersih terakhir, mata air di pegunungan. Apa yang akan terjadi jika sumber Air bersih terakhir hancur?  Di Klaten dan Sukabumi, jejak-jejak kehancuran sudah terlihat nyata, kekeringan. Dan mereka saling lempar tanggung jawab sembari terus menyedot sumber air yang tersisa.

Aqua Danone adalah Perusahaan yang terbanyak menghisap air dan memanipulasi kesadaran  akan pentingnya pelestarian sumber mata air. Saat ini Aqua Danone memiliki 14 Pabrik dan memonopoli puluhan mata air. Dari tahun 2001 hingga 2008, Aqua Danone telah menyedot lebih dari 30 Milyar liter dan menguasai 80% penjualan AMDK. Tak pernah cukup puas, Aqua Danone terus berusaha memonopoli sumber mata air tersisa. Padarincang di Serang Banten, dan Gekbrong di Cianjur Jawa Barat adalah dua daerah yang akan menjadi korban ekspansi Danone berikutnya.

Ayo Selamatkan Mata Air, sumber air bersih terakhir. Tolak ekspansi Pabrik Danone di Padarincang. Hentikan penghisapan Air Tanah untuk Pabrik AMDK. Nasionalisasi Pengelolaan PDAM dan jadikan air layak minum.

Kontak Person : Islah ( Manager Kampanye Air WALHI) 081808893713

Comments  

 
+1 #1 Jausyan 2011-02-21 10:33
Salut dan selamat atas kegigihan masyarakat Padangrincang
Quote
 
 
+1 #2 joly 2011-02-26 19:23
selamat untuk semangat warga padangrincang, ayo bergerak juga dong bagi wilayah-wilayah privatisasi air lainnya...
Quote
 
 
+3 #3 J. Eiffelt 2011-02-28 07:23
Ada bebrapa peraturan dalam perundang2ang atau yang lebih kt kenal dalam pasal 33 dan turunannya yang mengatakan bahwa" bumi air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara & d gunakan untuk kepentingan rakyat".
oleh karenan itu PAM merupakan perujudan dari pasal diatas.

kita tidak menemukan hal ini saja pada sumber air semata saja. banyak dari sumber alam kita berupa tambang mineral,hutan, air dan lain sebagainya yang di privatisasi.
saya sepakat bahwa untuk hal yang menyangkut hayat hidup orang banyak, tidak ada "Profit Oriented". walaupun ada itu, akan lebih bijak jika di gunakan untuk kemakmuran rakyat.

kita menyadari kekurangan kita dlm mengubah sumber2 energi dan alam kita sehingga berpindah tangan kepada investor asing yang memiliki kemampuan lebih dalam memberdayakanny a. Yang menjadi tangan, dan langsung mengambil alih semuanya..,

semoga kita mampu merubahnya.., mungkin tidak oleh kita, tapi ya..oleh anak cucu kita.
Quote
 
 
+2 #4 Pra Ragil 2011-03-03 07:27
gak cuma air..sampah plastiknya juga gimana tu?
Quote
 
 
+2 #5 aulia 2011-03-11 09:09
selama ini aku selalu berfikir hadirnya air yang berkemasan itu bak penolong saat kehausan, ternyata tidak :(

ternyata dengan adanya air berkemasan itu, mata air di pedesaan di sedot semaksimal mungkin dan dimonopoli untuk keuntungan pihak tertentu saja.
Quote
 
 
0 #6 fine 2011-03-24 12:28
apakah sudah ada gugatan ke pengadilan tentang kasus ini?kalau ada di daerah mana ya?
Quote
 
 
0 #7 risa 2011-04-14 13:56
Alangkah baiknya masyarakat juga diberi edukasi mengenai cara2 menghemat dan menabung air tanah seperti pembuatan biopori. Sepertinya pembuatan biopori kurang sosialisasi sehingga kurang mendapat perhatian dr masyarakat, padahal biopori dpt mengurangi resiko kekeringan pd musim panas. masalah ini memang bukan cm tugas WALHI tp tugas kita semua.
Quote
 
 
0 #8 albel 2011-04-27 03:14
memang manusia sering di butakan oleh kerakusan dan rasa tamak..,buat makan aja susah,skrg air minum tambah di persulit.. maju terus gan..!
Quote
 
 
0 #9 albel 2011-04-27 03:14
memang manusia sering di butakan oleh kerakusan dan rasa tamak..,buat makan aja susah,skrg air minum tambah di persulit.. maju terus gan..!
Quote
 
 
+1 #10 anak rimba 2011-04-27 04:11
semua kembali lagi ke pengelola negara yaitu pemerintah. mereka yg mengijinkan pabrik2 itu berdiri, UUD'45 skrg cm jadi simbol doang om bukan dijalankan. tempat tinggal saya saja (hutan) sudah rusak semuanya juga oleh para penguasa. saya dukung penuh untuk menuntut hak atas warga negara sesuai dgn UUD'45...maju terus pantang menyerah !!!!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh