WALHI - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia

Kualitas Air Sungai Terus Menurun

There are no translations available.

PALEMBANG – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang menemukan penurunan kualitas air di beberapa anak Sungai Musi. Sehingga air tersebut tidak layak lagi di konsumsi meski sudah dimasak.

”Hasil penelitian kita kualitas air beberapa anak sungai mengalami penurunan, tidak bisa dikonsumsi oleh walupun sudah dimasak,Kecuali kalau sudah diolah dulu di PDAM,sehingga Bakterinya sudah mati,” ujar Kepala Badan lingkungan Hidup Kota Palembang Kemas Abubakar. Penurunan kualitas air di beberapa anak sungai ini diteliti dengan melihat dari empat parameter penelitian, yakni fosfat, sulfat, amoniak, dan collicoloum. “Ternyata memang kualitas air itu sangat rendah, secara kasap mata saja,air mengeluarkan bau yang tidak sedap kemudian keruh sampai berwarna hitam,”jelasnya.

Beberapa anak sungai yang diteliti oleh BLH Kota Palembang adalah, Sungai Aur yang berada di Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan SU I,Sungai Sekanak. Kemudian Sungai Bendung di Sekip,dan Sungai Lambidaro. ”Empat sungai ini yang kita pakai untuk sampel karena,termasuk anak sungai yang cukup besar dan langsung mengalir ke Sungai Musi,”terangnya. Penyebab dari penurunan kualitas air anak sungai ini, ungkap dia, disebabkan oleh pembuangan limbah rumah tangga yang tanpa melalui penyaringan.

”Limbah rumah tangga yang mengotori sungai itumisalnya sampahdapur,tinja (kotoranmanusia),deterjendan lain-lain,”imbuhnya. Kemudian penyumbang limbah-limbah rumah tangga yang langsung mengalir ke Sungai Musi itu bukan hanya didominasi oleh masyarakat Palembang saja. Menurut dia, ada juga dari daerah kabupaten dan kota di Sumsel, yang punya anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi. Solusi dari pemerintah untuk mengatasi penurunan kualitas air ini,yakni dengan membangun instalasi pengolahan limbah rumah tangga yang ditempatkan di setiap permukiman warga.

”Saat ini sedang dirancang bagaimana memasang instalasi pengolahan limbah rumah tangga sebelum limbah tersebut dibuang ke anak sungai,”ujarnya. Untuk satu instalasi pengolahan limbah cair dan limbah padat, disediakan untuk 5-10 rumah.” Jadi setiap dapur rumah warga dipasang pipa yang langsung terhubung ke instalasi pengolahan baik limbah cair dan padat, saat dibuang ke anak sungai, limbah tersebut sudah jernih dan bersih,” ungkap Abubakar. Sementara itu, Asisten II Setda Kota Palembang,Apriadi Busri mengimbau, kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di anak sungai dan selokan.

“ Mulai sekarang kita mengajak masyarakat untuk bersama- sama menjaga kebersihan lingkungan terutama anak sungai, jangan sampai membuat ekosistem di sungai bisa mati. Kami juga mengimbau warga untuk bergotong-royong membersihkan kali setiap minggunya,”kata Apriadi. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel Anwar Sadat mengakui, jika memang kualitas air anak sungai di Palembang terus mengalami penurunan.” Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, pemerintah harus mencari solusi,karena nanti akan berimbas kepada kualitas air sungai musi yang sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat,”tegas Anwar Sadad.

Jika sudah mempengaruhi kualitas air Musi menurut dia maka akan membahayakan kesehatan seluruh masyarakat. ”Bukan hanya mempengaruhi kesehatantetapiakanmembuat Sungai Musi kotor sehingga pengaruhnya juga terhadap sosial dan pariwisata Palembang, apalagi Sumsel sudah mencanangkan Visit Musi,”jelas dia. Pemerintahlah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki kondisi ini, dan haru melakukan langkah-langkah besar.

”Paling tidak pemerintah harus melokalisir industri-industri baik yang kecil atau yang besar yang membuang limbah ke anak Sungai Arau langsung ke Sungai Musi,”bebernya. Menjaga kualitas air Sungai Musi itu tanggung jawab bersama, tetapi menurutnya harus dimulai oleh pemerintah. ”Paling tidak pemerintah jangan hanya memperbanyak membangun dermaga, tetapi juga harus membuat jalur hijau di sungai pinggiran sungai Musi, untuk mencegah erosi Sungai Musi,”tambahnya. Kemudian,untuk mengatasi limbah rumah tangga yang membuat anak sungai menjadi kotor hingga tidak layak dikonsumsi.

Pihaknya menyarankan agar pemerintah segera membuat instalasi pengolahan limbah rumah tangga. ”Beberapa negara tetangga kita seperti Thailand dan yang lain bisa membuat instalasi itu kenapa kitatidak,halituharussegeradilakukan sebelum keadaan bertambah parah,”pungkasnya. m rohali 

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/405399/37/

 
modulDONASI
DONASI WALHI www.walhi.or.id/pustaka
www.sawa.walhi.or.id

Media Release
MULTIMEDIAWALHI

 

KEBIJAKAN-PSDA HUTAN
ENERGI AIR IKLIM PANGAN
URBAN TAMBANG BENCANA
PERKEBUNAN

WALHI | Friends of The Earth Indonesia
Jl. Tegalparang Utara 14, Mampang-Jakarta Selatan 12790 | T/F: +6221 79193363/7941673 |E: informasi[at]walhi.or.id

Siapa Kami | Sejarah Kami | Eksekutif Nasional | Eksekutif Daerah | Dewan Nasional | Link Walhi Daerah