Walhi

Situation Report Banjir Sumbawa Lombok

Sumber : WALHI NTB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Dilaporkan : Joint Assesment Team local emergency, ED WALHI NTB, Relawan, lembaga jaringan ED WALHI NTB

Pengantar
Pulau Sumbawa adalah sebuah pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkan dengan Pulau Lombok), Selat Sape di sebelah timur (memisahkan dengan Pulau Komodo), Samudra Hindia di sebelah selatan, serta Laut Flores di sebelah utara. Kota terbesarnya adalah Bima, yang berada di bagian timur pulau ini.

Pulau ini memiliki luas 14.386 km2, dan merupakan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat, serta salah satu dari dua pulau utama di provinsi tersebut. Titik tertingginya adalah Gunung Tambora (2.824 m), yang juga merupakan gunung api aktif

Geografi
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat 8°47′LU 118°5′BT
Kepulauan Kepulauan Nusa Tenggara
Luas 15.448 km²
Ketinggian tertinggi 2.850 m
Puncak tertinggi Tambora
Negara                           Indonesia
                                 
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Demografi
Populasi 4.219.590 (per 2005)
Kepadatan 100/km²

kronologis Banjir Sumbawa Dan Kerugian

  1. Pukul 12.00 wita debit air sungai secara tiba-tiba mulai masuk ke pemukiman warga dan merendam -+ 5000 KK perumahan warga yang berada di bantaran Sungai seputaran Kab Sumbawa

 

  1. Masyarakat yang terkena banjir langsung mengamankan diri ketempat kerabat / keluarga yang lebih aman.

 

  1. Sampai dengan Pukul 14.30  wita  diperkirakan ketinggian air sudah mulai surut.

Kerugian sementara akibat banjir 

Korban jiwa : nihil

Korban materil :  Rumah +_ 5.000 KK

 

di Kecamatan Sambelia lombok timur terdapat 11 rumah di Dusun Penjarum, Desa Sugian, terendam air setinggi sekitar 50 cm. Sedangkan, di Dusun Sendang, Desa Dara Kunci, setinggi setinggi 50 cm. sementara, di Dusun Batu Sele, Desa Dara Kunci sebanyak 115 kepala keluarga atau 368 jiwa terdampak banjir

 

Nama-nama perkampungan yang masih terendam banjir sampai saat ini:

Kec. Moyo Hilir dan Moyo Utara

  1. Kakiang
  2. Ngeru
  3. Pangenyar
  4. Berare
  5. Sengkal
  6. Malili
  7. Songkar
  8. Berang Beru
  9. Tengke
  10. Lengas
  11. Poto
  12. Sanampar
  13. Baru
  14. Sabewe
  15. Tahan
  16. Nanga Talo
  17. Labu Sawo

Selain Rusaknya ekosistem di Daerah Aliran Sungai (DAS), penggundulan hutan ditambah cuaca ektrim yang melanda Sumbawa menjadi pemicu terjadinya banjir beberapa hari yang lalu. Faktor ekonomi menjadi permasalahan di beberapa daerah di Indonesia menyebabkannsering salah langkah dalam usaha untuk memenuhi hajat hidup. Kawasan hulu yang seharusnya menjadi penahan air sehingga air tidak segera bergerak menuju hilir tidak berfungsi secara mestinya.

Pola pemukiman di Kota Bima yang notabene terletak di daerah hilir, sangat dekat dengan sungai. Asosiasi antara sungai dengan pemukiman tersebut menyebabkan masyarakat akan terpapar terhadap bencana banjir, khususnya banjir luapan. Empat faktor yang berkolaborasi tersebut menyebabkan banjir bandang dan banjir luapan sehingga menyebabkan kerugian lebih dari satu triliyun.

dan menyebabkan meluap ke berbagai daerah di antara nya sbb:

1.Kecamatan moyo hilir

  1. Desa poto
  2. Desa  kakiang
  3. Moyo mekar
  4. Ngeru
  5. Sengkal
  6. Batu bangka

 

2.Kecamatan moyo utara

  1. Desa sabewe
  2. Desa Malili
  3. Desa Songkar
  4. Desa Pungkit
  5. Desa Nanga talo
  6. Desa Baru tahan

 

  1. Kecamatan Sumbawa
  2. Kelurahan Brang Biji
  3. Kelurahan Brang Bara
  4. Kelurahan Lempeh
  5. Kel Bugis
  6. Kel. Pekat

 

saat ini perekonomian masarakat lumpuh karna ladang persawahan terendan dan tertumpuk material tanah dan bebatuan, semua gagal panen , ada dua rumah penduduk yg terbakar kena sambaran kilat, dan dua rumah penduduk yg hanyut ,serta beberapa infrastruktur yg rusak

 

Sawah yg tergenang 300 ha dan yg tertimbun matrial batu pasir 150 ha, Hujan deras selama kurang lebih 14 jam terjadi di Desa Waworada pada hari

Senin, 13-02-2017 yang mengakibatkan jembatan penghubung antara dusun UPT Wawaorada (Plasma Waworada) dengan Desa Waworada “ambruk” . Jembatan yang berada tepat di Desa Waworada Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima tersebut ambruk akibat diterjang banjir sekitar pukul 18.15 Wita.

Putusnya jembatan mengakibatkan aktivitas Petani tambak di Desa Waworada dan Dusun UPT Waworada lumpuh. Selain itu juga banjir bandang tersebut meluap ke tambak warga.

 

Kebutuhan/Rekomendasi :

  • Makanan/ sembako
  • Air bersih
  • Tenda pengungsian
  • Dapur umum
  • Alat sekolah

WALHI Memanggil :
Eksekutif Daerah WALHI NTB membuka Posko Penanggulangan Bencana Banjir bandang, Ayo bantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah bencana, donasi dapat disalurkan melalui Bank Mandiri Rek. 070-000-3016-42 a/n Yayasan WALHI

295 views
Adminwalhi

adminwalhi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi